Rabu, 16 Mei 2012

Salah Satu World Top Drummer

Salah Satu World Top Drummer

mike portnoyDrummerline - Michael Stephen Portnoy dilahirkan pada tanggal 20 April, 1967, adalah seorang drummer berkebangsaan Amerika yang dikenal baik sebagai drummer dan backing vocalist untuk sebuah band  progressive metal, Dream Theater.
Sangat terkenal dengan kepiwaian dan keahlian teknikalnya, Portnoy telah memenangkan 23 penghargaan dari  Modern Drummer magazine. Ia juga telah membantu memproduksi enam album terakhir dari Dream Theater bersama gitaris John Petrucci, mulai dari Metropolis Pt. 2: Scenes from a Memory. Dari A Change of Seasons dan setelahnya,
Portnoy telah menulis pergantian lirik dari banyak lagu Dream Theater, mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh  Kevin Moore, yang meninggalkan band tersebut setelah merilis Awake. Mike adalah drummer termuda kedua (setelah Neil Peart) yang dimasukkan dalam Modern Drummer's Hall of Fame (pada usia 37).
Portnoy meraih rangking 8 untuk gelar greatest drummer of all time oleh majalah  Rolling Stone. Avenged Sevenfold telah mengkonfirmasi bahwa Mike akan bergabung dengan mereka untuk konser keliling band tersebut di jadwal tur mereka yang akan datang. Mike dan istrinya,  Marlene kini tinggal di suburban Philadelphia dengan anak-anak mereka, Melody Ruthandrea dan Max John.
Sebelum bersama Dream Theater
Mike Portnoy lahir dan dibesarkan di  Long Island, Long Beach, New York.  Menurut pernyataan yang dibuat oleh Jordan Rudess dalam forumnya, Mike berketurunan Yahudi, tetapi tidak menganut agama Yahudi. Ayahnya yang bekerja sebagai DJ di stasiun radio lokal, membantunya mendapatkan rasa apresiasi terhadap musik pada usia yang masih muda.
Mike mengembangkan kecintaannya terhadap musik dengan mendengarkan band-band semacam  Rush, Queen, Led Zeppelin, The Who, Iron Maiden, dan The Beatles, diantara banyak yang lain. Meskipun Mike mengaku berpikir sendiri sebagai drummer, ia belajar teori musik semasa di bangku sekolah menengah atas. Di masa itu ia mulai bermain di band-band lokal, dua diantaranya (Rising Power dan Inner Sanctum) yang telah merekam dan merilis album independent.
Ia meninggalkan (band sekolahnya yang terakhir) setelah ia meraih penghargaan Bea siswa untuk sekolah di Berklee College of Music, Boston; tetapi, ia akhirnya meninggalkan  Berklee. Di sana ia bertemu John Petrucci dan John Myung. Mereka membentuk sebuah band, yang mengambil inisial nama mereka, "Majesty" sebelum berganti nama menjadi Dream Theater.
Drummer yang berpengaruh
Mike Portnoy memberikan nama-nama yang memberinya pengaruh terbesar, di DVD-nya. Mereka adalah : Neil Peart, John Bonham, Terry Bozzio, Bill Bruford, Phil Collins, Vinnie Colaiuta, Peter Criss, Nick Mason, Keith Moon, Carl Palmer, Vinnie Paul, Simon Phillips, Ringo Starr dan Tony Royster Jr.
Band yang memberinya pengaruh
Band-band yang telah memberi Mike pengaruh antara lain, Jane's Addiction, The Beatles, Emerson Lake & Palmer, Pink Floyd, Genesis, Jellyfish, King Crimson, KISS, Led Zeppelin, Iron Maiden, Marillion, Metallica, Muse, Umphrey's McGee, Megadeth, Meshuggah, Opeth, Pantera, Phish, Deep Purple, Radiohead, Rush, Queen, Tool, The Who, Avenged Sevenfold, U2, Yes, komposer/gitaris Frank Zappa dan A Perfect Circle.
Penghargaan dan pengakuan
Mike Portnoy telah memenangkan 23 penghargaan dari majalah Modern Drummer, termasuk "Best Up & Coming Talent" (sekali) "Best Clinician" (dua kali), "Best Educational Video/DVD" (dua kali), "Best recorded performance" (6 kali) dan "Best Progressive Rock Drummer" (12 tahun berturut-turut). Ia juga telah memenangkan penghargaan The Spirit of Prog award dari 2009 Classic Rock awards bersama band Dream Theater.
Mike juga terdaftar sebagai pendiri beberapa band dan proyek progressive rock lain: Transatlantic, Liquid Tension Experiment, dan O.S.I. (dengan keybordis  Dream Theater pertama, Kevin Moore).
Ia telah merilis 3 video instructional yaitu, "Progressive Drum Concepts", "Liquid Drum Theater", yang memenangkan penghargaan dari Modern Drummer Magazine, dan yang terakhir "In Constant Motion".
Pada bulan Oktober 2009 dalam majalah Rhythm, Mike Portnoy didaftarkan pada urutan ke-5 dalam daftar 50 Drummer Top sepanjang masa.
Alat musik lain yang dimainkan
Mike Portnoy memainkan bass milik John Myung ketika Dream Theater tampil sebagai band fiksi di Nightmare Cinema. Sebelum penampilan live "Trial of Tears", Ia terkadang bertukar alat musik dengan John Petrucci dan memainkan  "Eruption" dari Van Halen. Ia juga pernah kedapatan bermain sunburst 4-string Music Man Bongo (juga milik John Myung) pada pembuatan Systematic Chaos. Ia juga memainkan bass gitar ketika ber-jam session di  Liquid Trio Experiment 2.
Analisa Style
Mike Portnoy bermain sangat brilian ketika dalam rekaman maupun konser live Dream theater. Band yang mengedepankan pergantian tanda birama yang ekstrim di bagian- bagian lagu, dengan odd time sebagai tumpuan rhythm dan melodinya, membuat semua personilnya termasuk Mike, memiliki kesan seperti ahli matematika yang sedang bereskperimen dengan musik.  Mike selalu memiliki resep, baik pola beat atau fill in, yang sangat sesuai dengan pola dari lagu-lagu mereka. Penguasaan drum set-nya yang sangat besar juga mempengaruhi kekuatan ciri khas dari lagu-lagu Dream Theater. Banyak drummer yang mengaku bahwa bermain seperti Mike sangat sulit, karena harus melengkapi drum set persis dengan milik Mike, karena hanya dengan begitu, peniruan gaya bermain dari Mike akan sempurna. Mike sangat suka memainkan kombinasi isian rock (RLFF);F=Foot (biasanya RL) atau pola (RLRLFF).  Permainan double pedalnya sangat digandrungi oleh drummer-drummer muda, terutama pola rhythm di lagu Metropolis.
Sekarang di Dream theater Mike Portnoy digantikan oleh Mike Mangini


http://www.informasikita.com/

Selasa, 20 Maret 2012

Rock and Roots Festival: The S.I.G.I.T vs Andre Harihandoyo

Rock and Roots Festival: The S.I.G.I.T vs Andre Harihandoyo

Yang satu jagoan rock dari Bandung. Satunya lagi duta blues dari Jakarta.Keduanya memiliki kualitas musik yang terbukti patut dipuji, dan keduanya sedang bersaing meraih satu spot pengisi acara di festival musik internasional Rock and Roots Festival.

Setelah hampir tiga minggu Yahoo! Indonesia membuka polling kepada pembaca untuk memilih satu dari sepuluh band terpilih untuk dikirim ke Singapura sebagai perwakilan Indonesia di Rock and Roots Festival, The S.I.G.I.T dan Andre Harihandoyo and Sonic People menempati dua posisi teratas secara bergantian. Band asal Bandung The S.I.G.I.T awalnya memimpin jauh selama lebih dari dua minggu, namun Andre Harihandoyo and Sonic People terus memepet hingga akhirnya melampaui jumlah vote The S.I.G.I.T pada Jumat (16/3).

Kedua band ini terbukti memiliki penggemar dengan jumlah besar (masing-masing band dipilih oleh lebih dari 3500 pembaca Yahoo!, dan sistem polling hanya mengizinkan satu akun Yahoo! untuk mem-vote satu kali), dan secara kualitas musik pun keduanya bisa disandingkan.

Sebelum proses voting ditutup hari Minggu, 18 Maret 2011 pukul 23.45, hanya keberuntungan dan dukungan penggemar yang bisa membawa band ini ke Singapura, membawa nama Indonesia. Mari ikut memilih dan menunjukkan pada publik Asia Tenggara bahwa Indonesia gudangnya band berkualitas.

Dengarkan musik The S.I.G.I.T di sini.

Dengarkan musik Andre Harihandoyo and Sonic People di sini.

Kemudian VOTE band pilihanmu di sini.

Cara Membuat Antena TV sendiri

Berikut adalah tutorial cara membuat antena TV tradisional, walaupun bersifat tradisional, tapi antena buatan anak negeri ini dapat mengalahkan antena yang harganya ratusan ribu rupiah. Waw! .

Dengan biaya pokok dibawah Rp.50.000,- kita dapat membuat sebuah antena tradisional yang hasilnya luar biasa!.
 Kelebihanya :
  • Ukuran tidak terlalu besar, sehingga tidak memakan space rumah.
  • Dipasang dibawah genteng, sehingga tidak gampang berkarat karena air hujan.
  • Hasil gambar memuaskan untuk semua channel.
  • Biaya murah meriah.
 Bahan -bahan yang dibutuhkan :
  • Seng nisplang atau seng biasa ukuran 1 meter. (Dapat dibeli di toko-toko material). Untuk yang menginginkan gambar lebih jernih, gunakan Alumunium foil (bukan seng).
  • Gunting seng.
  • Paku atau baut.
  • Obeng.
  • Palu.

  1. Potong seng seukuran gambar berikut (Ukuran tidak perlu presisi hingga milimeter).
  2. Pasang seng yang telah dipotong berdasarkan gambar berikut.
  3. Taruh atau pasang dibawah genteng atau tempat lainya.
    1. anten
  4.  Selesai 
  5. Sumber    http://webzonepslu.blogspot.com/l NB:
    1. koneksi kabel ke driver harus kencang, kalau bisa disolder. Koneksi yang tidak kencang mengkibatkan gambar semutan.

    2. Koneksi/pemasangan kabel pada konektor/jack juga harus benar dan kencang.

    3. Penggunaan Booster TIDAK WAJIB, kalau letak antena/rumah bagus yah mungkin tidak perlu pakai booster.

    4. Kalau mau dipasang di luar (outdoor), sebaiknya seng reflektor diganti dengan ram kawat atau seng diberi lubang banyak. Kalau ngga yah jadinya layangan  .

    Hal-hal yang menyebabkan penerimaan gambar buruk :

    1. Kualitas kabel antenna.

    2. Jangan lupa atur trimpot GAIN pada booster. Trimpot gain ini juga berpengaruh pada kejernihan/kekuatan sinyal, trimpot TIDAK mesti pada posisi maksimum gain. Pastikan anda tidak menggunakan booster abal-abal.

    3. Posisi dan ketinggian, geser setengah meter saja bisa beda banget hasilnya.

    4. Arah antenna, antena kupu-kupu ini bukan antenna segala arah (omnidirectional), tetap harus pada arah yang tepat.  

Jumat, 09 Maret 2012

3 Invasi Militer Indonesia ke Negara Lain Setelah Merdeka

Setelah merdeka indonesia dinilai memiliki kekuatan militer yang cukup kuat sebab pandangan politik luar negeri Indonesia pada era Soekarno lebih condong ke kiri dan anti barat, sehingga Uni Soviet yang merupakan negara komunis terbesar waktu itu memberikan sokongan dana dan peralatan militer secara besar besaran kepada Indonesia. Nah berikut ini ada 3 invasi militer yang pernah di lakukan Indonesia ke negara lain setelah Indonesia merdeka.  Mau tahu apa saja? Simak berikut ini:
1. Invasi Militer ke Timor Leste

Operasi Seroja adalah sandi untuk invasi Indonesia ke Timor Timur yang dimulai pada tanggal 7 Desember 1975. Pihak Indonesia menyerbu Timor Timur karena adanya desakan Amerika Serikat dan Australia yang menginginkan agar Fretilin yang berpaham komunisme tidak berkuasa di Timor Timur. Selain itu, serbuan Indonesia ke Timor Timur juga karena adanya kehendak dari sebagian rakyat Timor Timur yang ingin bersatu dengan Indonesia atas alasan etnik dan sejarah.
Angkatan Darat Indonesia mulai menyebrangi perbatasan dekat Atambua tanggal 17 Desember 1975 yang menandai awal Operasi Seroja. Sebelumnya, pesawat-pesawat Angkatan Udara RI sudah kerap menyatroni wilayah Timor Timur dan artileri Indonesia sudah sering menyapu wilayah Timor Timur. Kontak langsung pasukan Infantri dengan Fretilin pertama kali terjadi di Suai, 27 Desember 1975. Pertempuran terdahsyat terjadi di Baucau pada 18-29 September 1976. Walaupun TNI telah berhasil memasuki Dili pada awal Februari 1976, namun banyak pertempuran-pertempuran kecil maupun besar yang terjadi di seluruh pelosok Timor Timur antara Fretilin melawan pasukan TNI. Dalam pertempuran terakhir di Lospalos 1978, Fretilin mengalami kekalahan telak dan 3.000 pasukannya menyerah setelah dikepung oleh TNI berhari-hari. Operasi Seroja berakhir sepenuhnya pada tahun 1978 dengan hasil kekalahan Fretilin dan pengintegrasian Timor Timur ke dalam wilayah NKRI.
Selama operasi ini berlangsung, arus pengungsian warga Timor Timur ke wilayah Indonesia mencapai angka 100.000 orang. Korban berjatuhan dari pihak militer dan sipil. Warga sipil banyak digunakan sebagai tameng hidup oleh Fretilin sehingga korban yang berjatuhan dari sipil pun cukup banyak. Pihak Indonesia juga dituding sering melakukan pembantaian pada anggota Fretilin yang tertangkap selama Operasi Seroja berlangsung.
2. Invasi Militer ke Papua Barat
Operasi Trikora, juga disebut Pembebasan Irian Barat, adalah konflik 2 tahun yang dilancarkan Indonesia untuk menggabungkan wilayah Papua bagian barat. Pada tanggal 19 Desember 1961, Soekarno (Presiden Indonesia) mengumumkan pelaksanaan Trikora di Alun-alun Utara Yogyakarta. Soekarno juga membentuk Komando Mandala. Mayor Jenderal Soeharto diangkat sebagai panglima. Tugas komando ini adalah merencanakan, mempersiapkan, dan menyelenggarakan operasi militer untuk menggabungkan Papua bagian barat dengan Indonesia.
Pertempuran Laut Aru pecah pada tanggal 15 Januari 1962, ketika 3 kapal milik Indonesia yaitu KRI Macan Kumbang, KRI Macan Tutul yang membawa Komodor Yos Sudarso, dan KRI Harimau yang dinaiki Kolonel Sudomo, Kolonel Mursyid, dan Kapten Tondomulyo, berpatroli pada posisi 4°49′ LS dan 135°02′ BT. Menjelang pukul 21:00 WIT, Kolonel Mursyid melihat tanda di radar bahwa di depan lintasan 3 kapal itu, terdapat 2 kapal di sebelah kanan dan sebelah kiri. Tanda itu tidak bergerak, dimana berarti kapal itu sedang berhenti. Ketika 3 KRI melanjutkan laju mereka, tiba-tiba suara pesawat jenis Neptune yang sedang mendekat terdengar dan menghujani KRI itu dengan bom dan peluru yang tergantung pada parasut. Kapal Belanda menembakan tembakan peringatan yang jatuh di dekat KRI Harimau.
Kolonel Sudomo memerintahkan untuk memberikan tembakan balasan, namun tidak mengenai sasaran. Akhirnya, Yos Sudarso memerintahkan untuk mundur, namun kendali KRI Macan Tutul macet, sehingga kapal itu terus membelok ke kanan. Kapal Belanda mengira itu merupakan manuver berputar untuk menyerang, sehingga kapal itu langsung menembaki KRI Macan Tutul. Komodor Yos Sudarso gugur pada pertempuran ini setelah menyerukan pesan terakhirnya yang terkenal, “Kobarkan semangat pertempuran”.

KRI Irian, Kapal perang terbesar yang pernah di miliki indonesia (hanya ada 3 di dunia, 2 di uni soviet 1 di Indonesia), kapal perang raksasa ini juga ambil bagian dalam operasi Trikora dalam pembebasan papua barat
Pasukan Indonesia di bawah pimpinan Mayjen Soeharto melakukan operasi infiltrasi udara dengan menerjunkan penerbang menembus radar Belanda. Mereka diterjunkan di daerah pedalaman Papua bagian barat. Penerjunan tersebut menggunakan pesawat angkut Indonesia, namun operasi ini hanya mengandalkan faktor pendadakan, sehingga operasi ini dilakukan pada malam hari. TNI Angkatan Laut kemudian mempersiapkan Operasi Jayawijaya yang merupakan operasi militer terbesar dalam sejarah Indonesia. Lebih dari 100 kapal perang, ribuan artileri berat termasuk 300an tank dan 16.000 prajurit disiapkan dalam operasi tersebut.
Sialnya sebelum Indonesia sempat menyerang papua barat pesawat mata-mata Amerika berhasil memotret konsentrasi militer sangat besar di laut ambon, Amerika yang khawatiran bahwa pihak komunis akan mengambil keuntungan dalam konfik ini dan kemungkinan lain yang lebih besar yaitu perang dunia 3 karena saat itu Indonesia disokong besar-besar dibidang militer oleh Uni Soviet yang menjadi musuh bebuyutan Amerika yang membela Belanda, Sehari kemudian Amerika Serikat mendesak Belanda untuk berunding dengan Indonesia. Karena usaha ini, tercapailah persetujuan New York pada tanggal 15 Agustus 1962. Pemerintah Australia yang awalnya mendukung kemerdekaan Papua, juga mengubah pendiriannya, dan mendukung penggabungan dengan Indonesia atas desakan AS.
3. Invasi Militer ke Malaysia
Pada 20 Januari 1963, Menteri Luar Negeri Indonesia Soebandrio mengumumkan bahwa Indonesia mengambil sikap bermusuhan terhadap Malaysia. Pada 12 April, sukarelawan Indonesia (sepertinya pasukan militer tidak resmi) mulai memasuki Sarawak dan Sabah untuk menyebar propaganda dan melaksanakan penyerangan dan sabotase. Tanggal 3 Mei 1963 di sebuah rapat raksasa yang digelar di Jakarta, Presiden Sukarno mengumumkan perintah Dwi Komando Rakyat (Dwikora) yang isinya: Pertinggi ketahanan revolusi Indonesia, Bantu perjuangan revolusioner rakyat Malaya, Singapura, Sarawak dan Sabah, untuk menghancurkan Malaysia
Di bulan Agustus, enam belas agen bersenjata Indonesia ditangkap di Johor. Aktivitas Angkatan Bersenjata Indonesia di perbatasan juga meningkat. Tentera Laut DiRaja Malaysia mengerahkan pasukannya untuk mempertahankan Malaysia. Tentera Malaysia hanya sedikit saja yang diturunkan dan harus bergantung pada pos perbatasan dan pengawasan unit komando. Misi utama mereka adalah untuk mencegah masuknya pasukan Indonesia ke Malaysia. Sebagian besar pihak yang terlibat konflik senjata dengan Indonesia adalah Inggris dan Australia, terutama pasukan khusus mereka yaitu Special Air Service(SAS). Tercatat sekitar 2000 pasukan Indonesia tewas dan 200 pasukan Inggris/Australia (SAS) juga tewas setelah bertempur di belantara kalimantan (Majalah Angkasa Edisi 2006).
Pada 17 Agustus pasukan terjun payung mendarat di pantai barat daya Johor dan mencoba membentuk pasukan gerilya. Pada 2 September 1964 pasukan terjun payung didaratkan di Labis, Johor. Pada 29 Oktober, 52 tentara mendarat di Pontian di perbatasan Johor-Malaka dan membunuh pasukan Resimen Askar Melayu DiRaja dan Selandia Baru dan menumpas juga Pasukan Gerak Umum Kepolisian Kerajaan Malaysia di Batu 20, Muar, Johor.
Ketika PBB menerima Malaysia sebagai anggota tidak tetap. Sukarno menarik Indonesia dari PBB pada tanggal 20 Januari 1965. Pada pertengahan 1965, Indonesia mulai menggunakan pasukan resminya. Pada 28 Juni, mereka menyeberangi perbatasan masuk ke timur Pulau Sebatik dekat Tawau, Sabah dan berhadapan dengan Resimen Askar Melayu Di Raja dan Kepolisian North Borneo Armed Constabulary.
Pada 1 Juli 1965, militer Indonesia yang berkekuatan kurang lebih 5000 orang melabrak pangkalan Angkatan Laut Malaysia di Semporna. Serangan dan pengepungan terus dilakukan hingga 8 September namun gagal. Peristiwa ini dikenal dengan “Pengepungan 68 Hari” oleh warga Malaysia. Menjelang akhir 1965, Jendral Soeharto memegang kekuasaan di Indonesia setelah berlangsungnya G30S. Oleh karena konflik domestik ini, keinginan Indonesia untuk meneruskan perang dengan Malaysia menjadi berkurang dan peperangan pun mereda.
Pada 28 Mei 1966 di sebuah konferensi di Bangkok, Kerajaan Malaysia dan pemerintah Indonesia mengumumkan penyelesaian konflik. Kekerasan berakhir bulan Juni, dan perjanjian perdamaian ditandatangani pada 11 Agustus dan diresmikan dua hari kemudian. 


 http://menujuhijau.blogspot.com/2012/03/3-invasi-militer-indonesia-ke-negara.html#ixzz1ofUPtj7h