Arsip Blog

Senin, 07 Februari 2011

Inilah Risiko “Berhubungan” Saat Hamil



Secara umum, berhubungan seks selama masa kehamilan tidak membahayakan janin. Namun dalam kondisi tertentu, wanita hamil dianjurkan untuk puasa bercinta karena bisa memicu hal-hal yang tidak diinginkan.
Studi terbaru yang dipublikasikan dalam Canadian Medical Association Journal mengungkap bahwa tidak ada cukup bukti untuk menyimpulkan bahwa hubungan seks saat hamil bisa memberikan dampak negatif. Seks tidak dilarang selama tidak memiliki kelainan tertentu.
“Risiko dan kontraindikasi dari hubungan seks saat hamil sangat sedikit, sehingga tidak alasan untuk membatasinya,” ungkap salah satu peneliti, Dr Clair Jones dari University of Toronto.
Meski jarang, beberapa jenis gangguan kehamilan bisa saja terjadi pada beberapa wanita yang punya risiko tinggi. Pada kelompok ini, hubungan seks memang sebaiknya dibatasi selama hamil dan beberapa hari setelah bersalin karena bisa memicu dampak serius yang membahayakan janin.
Dikutip dari Livescience, berikut ini adalah beberapa dampak negatif dari hubungan seks selama kehamilan pada wanita dengan risiko tinggi.
1. Kelahiran prematur. Wanita yang hamil anak kembar atau punya risiko tinggi untuk melahirkan secara prematur dianjurkan tidak berhubungan seks. Meski tidak banyak penelitian yang membuktikan bahwa hubungan seks saat hamil bisa memicu kelahiran prematur, beberapa dokter menganjurkan wanita yang pernah melahirkan secara prematur untuk puasa seks demi mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
2. Penyakit Radang Panggul (Pelvic Inflammatory Disease). Penyakit radang panggul dipicu oleh infeksi seksual menular termasuk chlamydia. Selain menyerang organ reproduksi seperti indung telur dan saluran telur, infeksi ini bisa terus menjalar hingga menulari janin. Oleh karena itu, dianjurkan untuk memakai kondom saat melakukan hubungan seks yang berisiko terutama saat hamil.
3. Perdarahan tali pusar. Hubungan seks sebaiknya dihindari pada wanita hamil yang memiliki placenta previa atau tali pusar yang melintas di leher rahim. Dikhawatirkan, jari, penis atau benda apapun termasuk sex-toy bisa melukai plasenta dan memicu perdarahan yang membahayakan janin.
4. Penyumbatan vena oleh udara (venous air embolism). Embolisme atau penyumbatan vena oleh udara akibat hubungan seks jarang terjadi, namun bisa memicu sedikitnya 18 kematian ibu dan janin di antara 20 juta kehamilan. Jika melakukan seks oral saat hamil, pastikan agar pasangan tidak meniupkan udara ke dalam vagina karena berisiko menyebabkan udara masuk ke vena dan menyumbat aliran darah ke janin.
sumber: AN Uyung Pramudiarja – detikHealth

Tidak ada komentar:

Posting Komentar